Program pengentasan kemiskinan di Indonesia telah berkembang melalui berbagai skema bantuan sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan intervensi berbasis rumah tangga miskin. Namun, keberadaan banyak program belum selalu berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan yang kuat dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi program pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui tiga fokus utama, yaitu fragmentasi kebijakan, ketepatan sasaran, dan evaluasi dampak, dengan Provinsi Riau sebagai konteks penguat analisis daerah. Metode yang digunakan adalah review literatur terhadap 22 artikel jurnal open access yang membahas Program Keluarga Harapan, bantuan sosial, data terpadu kemiskinan, zakat, bantuan pangan, tata kelola program, dan evaluasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas program pengentasan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh besaran bantuan atau jumlah penerima, tetapi juga oleh keterpaduan perencanaan, kualitas data penerima, koordinasi lintas aktor, pengawasan penggunaan bantuan, dan pengukuran dampak berbasis hasil. Beberapa program terbukti mampu meningkatkan konsumsi dan meringankan beban rumah tangga miskin, tetapi dampaknya terhadap perubahan struktural, graduasi mandiri, dan penurunan kemiskinan jangka panjang masih tidak merata. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan integrasi antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi program agar bantuan sosial tidak berhenti sebagai respons administratif, tetapi menjadi instrumen perubahan kesejahteraan yang lebih terarah.
Copyrights © 2026