Artikel ini mengkaji secara konseptual posisi kearifan lokal Bugis sebagai basis epistemik dalam pengembangan pendidikan Islam kontekstual. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai utama kearifan lokal Bugis meliputi alempureng (kejujuran), amaccang (kecendekiaan), asitinajang (kepatutan), agettengeng (keteguhan), dan reso (etos kerja) dapat berfungsi sebagai landasan epistemis yang sinergis dengan prinsip-prinsip al-Qur'an dalam kerangka pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif. Kajian ini bersifat konseptual-pustaka dengan menggunakan pendekatan integratif-interkonektif dan analisis hermeneutis terhadap sumber-sumber tekstual dan konseptual yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Bugis memiliki resonansi epistemis yang kuat dengan prinsip-prinsip Qur'ani seperti siddiq, amanah, fathanah, tabligh, dan konsep ma'ruf sehingga berpotensi menjadi sumber legitimasi kultural bagi penyelenggaraan pendidikan Islam yang tidak tercerabut dari akar budaya peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual integrasi kearifan lokal Bugis dalam pendidikan Islam kontekstual sebagai kontribusi teoritis bagi pengembangan epistemologi pendidikan Islam berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026