Pertumbuhan ekonomi yang inklusif merupakan agenda penting dalam pembangunan berkelanjutan, namun pencapaiannya di tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur masih menghadapi ketimpangan akibat perbedaan kualitas tenaga kerja, investasi, serta guncangan pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Pembentukan Modal Tetap Bruto dalam bentuk logaritma natural (Ln PMTB), dan dummy pandemi terhadap laju pertumbuhan ekonomi di enam kabupaten/kota terpilih di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Madiun, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kota Malang, selama periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan robust standard error untuk mengatasi heteroskedastisitas, setelah melalui tahapan uji multikolinearitas dan pemilihan model terbaik. Hasil estimasi menunjukkan model mampu menjelaskan 93,76 persen variasi pertumbuhan ekonomi (R-squared = 0,9376). TPT terbukti berpengaruh negatif signifikan, sementara RLS dan Ln PMTB berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel dummy pandemi menunjukkan pengaruh negatif yang sangat besar, mencerminkan kontraksi tajam pada tahun 2020. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan, investasi produktif, dan penyerapan tenaga kerja sebagai strategi pemulihan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan target pencapaian SDGs Goal 8.
Copyrights © 2026