Banjir rob menjadi salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kota Banjarmasin akibat kondisi topografi rendah, dominasi lahan rawa, dan pengaruh pasang surut sungai. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerawanan banjir rob di Kota Banjarmasin menggunakan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Composite Mapping Analysis (CMA) melalui teknik skoring, pembobotan, dan overlay parameter kerawanan. Populasi penelitian meliputi seluruh wilayah administratif Kota Banjarmasin, sedangkan sampel berupa unit analisis spasial pada wilayah rawan banjir rob yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas ArcGIS 10.8, GPS Map Camera, serta data primer dan sekunder berupa curah hujan, elevasi, kemiringan lereng, jenis tanah, dan buffer sungai. Teknik analisis data dilakukan melalui interpolasi IDW, reklasifikasi, skoring, pembobotan, overlay, dan klasifikasi interval kelas Sturges. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir rob kategori tinggi mendominasi Kota Banjarmasin dengan luas 6.041,47 ha atau 64,07% dari total wilayah. Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kondisi topografi rendah, kedekatan dengan sungai, dan karakteristik tanah aluvial menjadi faktor utama tingginya kerawanan banjir rob di Kota Banjarmasin sehingga diperlukan penguatan mitigasi berbasis tata ruang dan sistem drainase perkotaan.
Copyrights © 2026