Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu sentra produksi kakao di Indonesia. Akan tetapi informasi mengenai kandungan volatil biji kakao asal Soppeng saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukĀ menggunakan pendekatan Gas Chromatography- Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mendata profil metabolit senyawa volatil dari biji Kakao fermentasi asal Soppeng dan mengungkap potensi keunggulannya biiji kakao tersebut. Penelitian ini menggunakan biji kakao terfermentasi asal Soppeng yang kemudian dipanggang dan dihaluskan hingga rata homogen. Biji yang telah dihaluskan kemudian dimaserasi menggunakan n-hexane lalu dimurnikan filtratnya menggunakan metode destilasi dan senyawa n-pentane sebagai larutan penangkap senyawa volatil hasil destilasi. Filtrat kemudian dianalisis menggunakan GC-MS dan diidentifikasi senyawanya menggunakan data library dari NIST dan Wiley 9. Kromatogram GC-MS yang diperoleh menunjukkan munculnya 100 puncak metabolit yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok senyawa kimia utama, yaitu n-alkana, alkylpyrazine, lactone/ ester, derivat lipid, fenolik, purin, dan asam amino, dan senyawa artifact/ kontaminan yang tidak berasal dari sampel. Terdeteksinya senyawa pyrazine dan lacton,serta senyawa derivat lipid pada biji kakao mengindikasikan adanya asosiasi dengan aroma yang unik yaitu nutty, fruity, dan creamy dengan sedikit rasa seperti kelapa. Berdasarkan hasil penelitian ini, biji kakao asal Soppeng berpotensi menghasilkan profil aroma yang khas sehingga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas biji kakao asal Soppeng dari tipe bulk menjadi tipe fine flavor cocoa (FFC).
Copyrights © 2026