Pencemaran logam berat pada media tanah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lahan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Logam tembaga (Cu) merupakan salah satu kontaminan yang umum ditemukan dan berpotensi toksik pada konsentrasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dalam menurunkan konsentrasi Cu pada tanah melalui metode fitoremediasi. Metode penelitian meliputi proses aklimatisasi tanaman selama satu minggu, dilanjutkan uji range finding test (RFT) untuk menentukan konsentrasi Cu yang masih dapat ditoleransi tanaman. Tanah sebanyak 2 kg dicampur dengan larutan Cu hingga mencapai konsentrasi awal 6.250 mg/kg. Tanaman kemudian ditanam pada media tersebut dan proses fitoremediasi berlangsung selama empat minggu. Pengambilan sampel tanah dan tanaman dilakukan pada minggu ke-4, kemudian dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk mengetahui kadar Cu. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanaman lidah mertua mampu menurunkan konsentrasi Cu secara signifikan, dari 10.019,7 mg/kg menjadi 1.022 mg/kg. Efektivitas penyisihan mencapai 89,99%, menunjukkan bahwa mekanisme fitoremediasi melalui proses akumulasi logam dan dukungan aktivitas mikroorganisme pada rizosfer berjalan optimal. Dengan demikian, tanaman lidah mertua berpotensi besar digunakan sebagai agen fitoremediasi dalam menurunkan pencemaran logam Cu pada tanah. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa fitoremediasi merupakan metode yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk perbaikan kualitas tanah tercemar.
Copyrights © 2026