Latar Belakang : Data bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Kolonel Abundjani Bangko pada tahun 2023 tercatat 34 kasus (5,9%) dan 1 bayi meninggal karena BBLR, pada tahun 2024 tercatat 26 kasus (5,1%) dan 1 orang meninggal karena BBLR (RSUD Kolonel Abundjani Bangko, 2025), dapat disimpulkan terjadinya peningakatan kasus. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah case control. Penelitian dilakukan di RSUD Kol. Abundjani Bangko bulan Oktober 2025. Menggunakan data sekunder dari register bayi di ruangan perinatologi RSUD Kolonel Abundjani Bangko Tahun 2023-2024, sampel penelitian ini berjumlah 124 responden, yang terdiri dari 62 kasus (bayi BBLR) dan 62 kontrol (bayi tidak BBLR) yang dipilih dengan teknik matching berdasarkan usia kehamilan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian univariat didapatkan mayoritas usia ibu beresiko 74 (59,7%) responden, paritas beresiko 72 (58,1%) responden dan tidak KPD 91 (73,4%). Dari hasil uji SPSS didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,002) dan adanya hubungan KPD dengan kejadian BBLR (p-value 0,000) dan tidak ada hubungan paritas (p-value 0,585) dengan kejadian BBLR di RSUD Kolonel Abundjani Bangko tahun 2023-2024. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel usia ibu dan KPD dengan kejadian BBLR di RSUD Kolonel Abundjani Bangko tahun 2023-2024, tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Kolonel Abundjani Bangko tahun 2023-2024. Diharapkan RSUD Kolonel Abundjani Bangko dapat meningkatkan fasilitas pelayanan terhadap kasus kejadian BBLR.
Copyrights © 2026