Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kematian dan disabilitas utama di dunia, termasuk Indonesia. Pasien stroke sering mengalami gangguan menelan dan defisit neurologis yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan nutrisi. Selfcare berbasis keluarga diyakini mampu meningkatkan kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Menganalisis pengaruh pelatihan selfcare berbasis keluarga terhadap pola makan (nutrisi) pada pasien stroke di Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh pasien stroke di Desa Nogo Rejo Kecamatan Galang sebanyak 42 orang. Sampel berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pelatihan selfcare berbasis keluarga selama 4 minggu (8 sesi). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan tervalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pola makan tidak baik (77,8%). Setelah intervensi, mayoritas responden memiliki pola makan baik (83,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pelatihan selfcare berbasis keluarga terhadap pola makan pasien stroke. Kesimpulan: Pelatihan selfcare berbasis keluarga secara signifikan meningkatkan pola makan pada pasien stroke. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan komunitas dan program rehabilitasi stroke.
Copyrights © 2025