Keterbatasan ketersediaan alat musik tradisional di sekolah merupakan hambatan utama dalam pembelajaran Seni Budaya, khususnya dalam pengenalan alat musik tradisional Sumatera Barat kepada siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) berjudul "Gema Adat Minang" menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) sebagai solusi atas keterbatasan tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung menggunakan metode Research and Development (R&D). Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli dan angket praktikalitas peserta didik. Proses pengembangan melibatkan Blender untuk pemodelan 3D sepuluh alat musik tradisional, Unity 3D dan Vuforia SDK untuk pengembangan aplikasi AR, serta Canva untuk desain antarmuka dan kartu Marker. Hasil validasi ahli materi memperoleh nilai rata-rata 4,00 (100%) dengan kategori "Sangat Valid". Validasi ahli media pada putaran kedua menghasilkan nilai rata-rata 3,69 (92%) dan 3,84 (96%), keduanya berkategori "Sangat Valid". Uji praktikalitas yang melibatkan 30 peserta didik kelas VIII menghasilkan nilai rata-rata keseluruhan 3,75 (94%) dengan kategori "Sangat Praktis". Seluruh 19 indikator praktikalitas berada dalam kategori Sangat Praktis, dengan skor tertinggi pada indikator interaktivitas dan kemudahan penggunaan. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa media "Gema Adat Minang" valid dan sangat praktis sebagai solusi pembelajaran inovatif yang secara efektif menjembatani warisan budaya dengan preferensi belajar digital siswa Generasi Z.
Copyrights © 2026