Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Palembang, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah yang minim keterlibatan aktif siswa. Akibatnya, siswa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X melalui kegiatan penulisan esai sejarah dengan fokus pada materi silang budaya Melayu Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 68 siswa yang terbagi secara merata ke dalam kelas eksperimen (n=34) dan kelas kontrol (n=34). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes objektif berbentuk soal pilihan ganda yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (? = 0,872) agar memenuhi standar instrumen penelitian pendidikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik Jamovi versi 2.3 dengan langkah-langkah uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s, dan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan skor rata-rata posttest yang cukup signifikan pada kelas eksperimen yakni 83,24, dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 60,29. Selisih sebesar 22,95 poin tersebut diperkuat oleh hasil uji t-Test dengan nilai t-hitung sebesar 7,412 dan nilai signifikansi (p) < 0,001, yang menunjukkan bahwa H? ditolak dan H? diterima. Sebagai kesimpulan, penerapan model PjBL melalui penulisan esai sejarah yang mengintegrasikan kearifan lokal silang budaya Melayu Sumatera Selatan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional.
Copyrights © 2026