Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif melalui proses belajar yang bermakna. Dalam pembelajaran sejarah, pendekatan deep learning menjadi salah satu alternatif untuk mendorong peserta didik memahami makna peristiwa sejarah secara mendalam, namun implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di SMA PGRI 1 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, penggunaan media pembelajaran, dan pembelajaran berbasis proyek. Implementasi tersebut mencerminkan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning yang mendorong peserta didik berpikir kritis, memahami materi sejarah secara lebih mendalam, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, karakteristik materi sejarah yang beragam, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Guru mengatasi kendala tersebut melalui penerapan strategi pembelajaran yang sesuai, pemberian bimbingan kepada peserta didik, dan pengelolaan waktu yang efektif. Dengan demikian, pendekatan deep learning dapat mendukung terciptanya pembelajaran sejarah yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2026