Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan kemandirian pengelolaan sekolah pada aspek pembiayaan, pengembangan kurikulum, dan pengambilan keputusan di SMP Negeri 1 Suwawa. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Otonomi pembiayaan dilakukan melalui pemanfaatan kantin, alumni, orang tua, dan kerja sama swasta, namun kemandirian masih parsial karena ketergantungan pada dana pemerintah; (2) Otonomi kurikulum diwujudkan melalui kurikulum berbasis asesmen, minat, dan bakat siswa, integrasi kompetensi abad 21 dan budaya lokal, serta penerapan deep learning berbantuan teknologi secara partisipatif; (3) Otonomi pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif dan transparan melalui musyawarah, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga implementasi keputusan dalam RKAS dan program sekolah. Temuan ini memperkuat konsep MBS bahwa kemandirian sekolah tidak hanya ditentukan oleh aspek finansial, melainkan juga partisipasi dan kepemimpinan kolektif. Sekolah perlu mengoptimalkan sumber daya internal, memperkuat jejaring, dan meningkatkan kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung keberlanjutan kemandirian pengelolaan sekolah.
Copyrights © 2026