Permasalahan kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting karena fase transisi ini rentan terhadap perilaku berisiko. Keterbatasan pengetahuan berdampak pada pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan perilaku berisiko, sementara remaja sulit terbuka kepada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan konselor sebaya dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja di DPPKB Kabupaten Karawang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dihimpun dari pengelola, fasilitator, dan konselor sebaya melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan terlaksana secara sistematis melalui model ADDIE. Faktor pendukung meliputi pengembangan diri, dukungan kelembagaan, dan kepercayaan lingkungan, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan kompetensi awal, kurangnya dukungan lingkungan sekolah, dan tabu isu kesehatan reproduksi. Pascapelatihan, pengetahuan konselor sebaya meningkat signifikan pada indikator sistem reproduksi, kebersihan organ, kesadaran risiko, serta tanggung jawab peran.
Copyrights © 2026