Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi dukungan sosial emosional sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari 12 informan terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asrama, pengurus, santri, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui open coding, kategorisasi, dan identifikasi tema utama. Hasil penelitian menunjukkan empat tema implementasi dukungan sosial emosional: perhatian emosional guru terhadap kondisi psikologis santri, pembelajaran humanis dan kreatif, sistem reward dan perjanjian belajar, serta keterlibatan multipihak yang sistemik. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial emosional bukan sekadar pendekatan humanis, melainkan strategi struktural yang berkontribusi langsung pada pencapaian indikator mutu pendidikan pesantren, meliputi iklim belajar kondusif, motivasi, kedisiplinan, dan kesejahteraan psikologis santri. Dengan demikian, efektivitas penjaminan mutu pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari kualitas dukungan sosial emosional yang diterima santri secara menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. Secara praktis, pesantren perlu mengintegrasikan indikator sosial emosional ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), melalui penguatan kompetensi emosional guru, penetapan rasio ideal wali asrama dan santri, serta formalisasi program konsultasi santri sebagai bagian integral siklus evaluasi mutu lembaga
Copyrights © 2026