Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Model CIPP pada Program Global Skill Training (GST) Melalui Pelatihan Fotografi di LPK Sonic Traning Center Kota Bengkulu Febi Febrianti; Dwi Ismawati; Wiwin Yunita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program Global Skill Training (GST) pada pelatihan fotografi menggunakan evalusi model CIPP pada LPK Sonic Training Center kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan metode evaluasi. Teknik penggumpulan data digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk validitas data penelitian dilakukan dengan cara triangulasi: triangulasi subjek, teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ditemukan: (1) Evaluasi konteks menunjukkan bahwa program GST merupakan respons terhadap kebutuhan keterampilan generasi muda usia produktif, khususnya siswa SMA/SMK dan mahasiswa tingkat akhir yang belum bekerja, untuk meningkatkan kemampuan hard skil dan soft skill yang relevan dengan perkembangan dunia fotografi. (2) Evaluasi input mengindikasikan bahwa program ini didukung oleh sistem yang terstruktur, melibatkan 16 peserta (13 laki-laki dan 3 perempuan), serta instruktur eksternal yang berpengalaman di bidangnya. (3) Evaluasi proses menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis dengan metode pembelajaran partisipatif, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta diakhiri dengan uji kompetensi oleh asesor dari LSP-BNSP. (4) Evaluasi produk memperlihatkan pengembangan keterampilan peserta dalam aspek teknis fotografi, penguatan sikap dan relasi kerja, serta perolehan sertifikat BNSP yang mendukung peluang kerja maupun usaha mandiri.
Proses Pendampingan Pembelajaran Digital dan Penguatan Literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Ebta Aulia; Intan Suraningsih
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.725

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran digital dan penguatan literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu melalui program pendampingan kepada tutor dan warga belajar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan kemampuan penggunaan media digital dalam pembelajaran, rendahnya literasi digital warga belajar, serta belum optimalnya pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat literasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan pembelajaran digital, pendampingan literasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tutor dan warga belajar mulai mampu memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran secara lebih fleksibel dan interaktif. Selain itu, kegiatan pendampingan juga meningkatkan partisipasi warga belajar dalam kegiatan literasi melalui pemanfaatan TBM dan penguatan keterampilan digital marketing sederhana. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pembelajaran digital dan literasi pada pendidikan nonformal.
Transformasi Pendidikan Kesetaraan Berbasis Digital di PKBM Pelita Bangsa: Peluang untuk Inovasi Pembelajaran dan Tantangan Literasi Digital Wiwin Yunita; Ari Putra; Dinda Meriani; Rina Aprianti
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.473

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal, khususnya pada program pendidikan kesetaraan di PKBM Pelita Bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis digital serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan populasi seluruh warga belajar dan pendidik di PKBM Pelita Bangsa, sedangkan sampel penelitian ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media dan platform digital mampu meningkatkan fleksibilitas belajar, memperluas akses pendidikan, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan efisien. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya literasi digital peserta didik, keterbatasan sarana teknologi, dan belum optimalnya kompetensi pendidik dalam penggunaan media digital. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan kapasitas digital bagi pendidik dan peserta didik serta peningkatan dukungan infrastruktur teknologi agar pelaksanaan pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dukungan Sosial Emosional Sebagai Strategi Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Abdurrahman Al-Fatih Bengkulu: Penelitian Ari Putra; Wiwin Yunita; Zahrah Fatin Tanzola; Aprimarsandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7089

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi dukungan sosial emosional sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih Kota Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari 12 informan terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asrama, pengurus, santri, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui open coding, kategorisasi, dan identifikasi tema utama. Hasil penelitian menunjukkan empat tema implementasi dukungan sosial emosional: perhatian emosional guru terhadap kondisi psikologis santri, pembelajaran humanis dan kreatif, sistem reward dan perjanjian belajar, serta keterlibatan multipihak yang sistemik. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial emosional bukan sekadar pendekatan humanis, melainkan strategi struktural yang berkontribusi langsung pada pencapaian indikator mutu pendidikan pesantren, meliputi iklim belajar kondusif, motivasi, kedisiplinan, dan kesejahteraan psikologis santri. Dengan demikian, efektivitas penjaminan mutu pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari kualitas dukungan sosial emosional yang diterima santri secara menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. Secara praktis, pesantren perlu mengintegrasikan indikator sosial emosional ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), melalui penguatan kompetensi emosional guru, penetapan rasio ideal wali asrama dan santri, serta formalisasi program konsultasi santri sebagai bagian integral siklus evaluasi mutu lembaga
The Effect of Metacognitive Learning on Improving Students' Critical Thinking Abilities in Learning Needs Identification Learning Citra Dwi Palenti; Dwi Ismawati; Wiwin Yunita; Ella Ananda Pamungkas
International Journal of Innovation and Education Research Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijier.v4i2.45600

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing metacognitive learning on improving students' critical thinking skills in the Identification of Learning Needs course in the Non-Formal Education Study Program, University of Bengkulu. The study used a quasi-experimental method with two groups, namely the experimental group that received metacognitive learning treatment and the control group that used conventional learning. The research subjects consisted of 60 fifth-semester students, with 30 students in each group. Data were collected through a critical thinking ability test that covered aspects of interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. The results showed that metacognitive learning had a significant effect on improving students' critical thinking skills. The average critical thinking ability score of the experimental group (81.7) was higher than that of the control group (64.5) by 17.2 points. The self-regulation aspect experienced the highest increase, indicating that awareness and control of the thinking process are key to successful learning. Thus, the integration of metacognitive strategies is important to implement in learning design in higher education to foster independence, reflection, and higher-order thinking skills that support lifelong learning.    Keywords: Metacognitive Learning, Critical Thinking, Students, Non-Formal Education, Identification of Learning Needs.
PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL MENJADI MINUMAN SEHAT DI KELURAHAN LEMPUING Ebta Aulia; M. Fajri Hidayah; Wiwin Yunita; Dwi Ismawati; Intan Suraningsih; Puan Tri Cahyani; Kezia Kasandravati
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/ch0g2087

Abstract

Lempuing Subdistrict, Bengkulu City, has abundant herbal plants in residents' yards, but the community's knowledge and skills in processing them into healthy drinks are still limited. This community service activity aims to improve the knowledge, skills, and business readiness of housewives in processing herbal plants into healthy drinks. The implementation method uses a participatory extension approach with three stages: planning (observation and interviews), implementation (extension, demonstration, direct practice of making ginger tea and infused water), and evaluation using the CIPP model. The target of the activity was 20 housewives from RT 04, Lempuing Subdistrict. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the benefits of herbal plants and the dangers of consuming packaged instant drinks. All participants successfully practiced making herbal drinks independently with hygienic results. As many as 40% of participants expressed interest in developing this product into a home business. The hands-on training has proved effective in improving community skills while opening up economic opportunities based on local resources.
Implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup Berbasis Digital melalui Pelatihan Desain Logo Produk dan Branding Produk UMKM Bagi Ibu- ibu di Desa Panca Mukti Nia Ulfasari; Wiwin Yunita; Putri Ramadhani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.337-341

Abstract

Digital-based Life Skills Education is a strategic approach to empower MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in facing the challenges of the digital economy. This community service program aimed to enhance the skills of women MSME actors in Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu Village in creating product visual identity through training on logo and packaging design using the Canva application. The implementation methods included demonstration, learning by doing, and coaching to ensure participants' understanding and practical skills. The training results showed a significant improvement in participants' ability to design logos that reflected their product's character and create attractive, professional packaging. Participants also developed a greater awareness of the importance of branding as a marketing strategy. Program evaluation revealed that the training was highly applicable and beneficial, boosting participants' confidence in marketing their products. It is concluded that the implementation of digital-based life skills education with participatory methods is effective in enhancing the competitiveness of MSMEs. For sustainability, further training and continuous mentoring in digital marketing and business management are recommended.