Literasi merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Namun, minat baca anak di wilayah pedesaan masih tergolong rendah akibat keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa melalui implementasi program Kelas Pelangi: “Warnai Ilmu, Petik Kreasi, Rajut Mimpi” di SDN Cisasah, Desa Tugu, Bandung, Sukabumi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif dengan melibatkan ±30 siswa melalui kegiatan penyediaan pojok baca, pendampingan membaca, serta penggunaan media kreatif “Pohon Mimpi”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 85% siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan membaca dan seluruh siswa mampu mengekspresikan cita-cita mereka melalui media Pohon Mimpi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat baca, keterlibatan siswa, serta kemampuan ekspresi diri. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi antara aktivitas membaca dan refleksi diri melalui media kreatif yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan literasi anak berbasis kreativitas, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2026