Nyeri sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia akibat proses degeneratif yang dapat mengganggu mobilitas dan kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Namun, pengetahuan lansia mengenai manfaat dan cara pengolahan TOGA masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang pemanfaatan TOGA dalam menurunkan nyeri sendi di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pengolahan TOGA, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 56,7 dan post-test sebesar 85,3. Peserta juga mampu mengidentifikasi jenis TOGA yang bermanfaat untuk nyeri sendi, seperti jahe, kunyit, sereh, dan daun kelor. Kegiatan edukasi TOGA terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri sendi.
Copyrights © 2026