Masyarakat menghadapi era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat masif. Meskipun hal ini berdampak positif dengan memberikan kemudahan, hal ini juga menjadi tantangan era post-truth berupa maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian tim pengabdi terhadap fenomena tersebut, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa SMAN 7 Jayapura. Metode yang digunakan adalah sosialisasi berbasis ceramah interaktif dengan pendekatan kontekstual dan storytelling, kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: tahap persiapan yang terdiri dari koordinasi, identifikasi kebutuhan, dan wawancara. Tahap pelaksanaan merupakan implementasi pemaparan materi literasi digital, identifikasi hoaks, verifikasi informasi, dan etika digital. Tahap evaluasi terdiri atas diskusi dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta belum memiliki pemahaman mendalam mengenai literasi digital secara sistematis. Diskusi mengungkap bahwa peserta masih memiliki kesadaran rendah terhadap keamanan akun serta kecenderungan untuk menerima informasi berdasarkan kedekatan relasional tanpa melakukan penelusuran terhadap sumber berita. Refleksi akhir mendorong terbentuknya kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam ekosistem digital.Kata Kunci: Literasi digital, Post-truth, Hoaks, Pemberdayaan siswa
Copyrights © 2026