Pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra, sebagai pelaku dalam industri pariwisata. Namun, terapis spa penyandang disabilitas netra di Kabupaten Tabanan, Bali, masih menghadapi berbagai permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada tamu, antara lain rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun komunikasi dengan pelanggan, serta belum optimalnya penerapan sikap hospitalitas dalam interaksi pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan interpersonal terapis spa penyandang disabilitas netra sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 30 Juni 2025 di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan melibatkan 15 terapis spa penyandang disabilitas netra. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui tahapan survei awal dan pre-test, sosialisasi interaktif menggunakan metode ceramah, storytelling, diskusi, simulasi (role play), serta post-test dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai komunikasi interpersonal dan sikap hospitalitas, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan tamu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan interpersonal dapat menjadi strategi pemberdayaan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas netra sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata inklusif dan berkelanjutan di Bali.
Copyrights © 2026