Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agro-Wellness Tourism As A Sustainable Rural Tourism Strategy: Opportunities And Challenges Komang Trigita Juliastari; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; I Gusti Ayu Melistyari Dewi; Komang Shanty Muni Parwati; Firlie Lanovia Amir
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/a5bswe90

Abstract

Agro-wellness tourism has emerged as an innovative approach in sustainable rural tourism that integrates agricultural activities, wellness experiences, and local cultural values. This study aims to explore the potential and challenges of agro-wellness tourism development in rural Bali through a systematic literature review approach. Data were collected from reputable academic databases, including Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and Garuda, using keywords related to agro-wellness tourism, rural tourism, and sustainable tourism development. A total of selected literature was analyzed using qualitative content analysis with thematic synthesis to identify key patterns and insights. The findings indicate that Bali has significant potential for developing agro-wellness tourism due to its unique agricultural landscape, particularly the Subak system, as well as its strong cultural and spiritual traditions. Agro-wellness tourism contributes to rural economic diversification, job creation, and the strengthening of local micro-enterprises, while also supporting environmental conservation and cultural preservation. However, several challenges remain, including limited infrastructure, inadequate human resource capacity, weak digital promotion, and insufficient stakeholder collaboration. In addition, there are potential risks related to cultural commodification and environmental degradation if development is not properly managed. This study contributes to the literature by positioning agro-wellness tourism as an integrated rural tourism model that connects agriculture, wellness, and cultural experiences within a sustainable development framework. The findings provide implications for policymakers and tourism stakeholders in designing more inclusive, innovative, and sustainable rural tourism strategies in Bali.
PENINGKATAN KAPASITAS PENYANDANG DISABILITAS NETRA: KETERAMPILAN INTERPERSONAL UNTUK PARIWISATA INKLUSIF Komang Shanty Muni Parwati; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih; Firlie Lanovia Amir; Putu Suweca Nata Udayana
BINA CIPTA Vol 5 No 1 (2026): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v5i1.121

Abstract

Pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra, sebagai pelaku dalam industri pariwisata. Namun, terapis spa penyandang disabilitas netra di Kabupaten Tabanan, Bali, masih menghadapi berbagai permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada tamu, antara lain rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun komunikasi dengan pelanggan, serta belum optimalnya penerapan sikap hospitalitas dalam interaksi pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan interpersonal terapis spa penyandang disabilitas netra sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata inklusif berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 30 Juni 2025 di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan melibatkan 15 terapis spa penyandang disabilitas netra. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui tahapan survei awal dan pre-test, sosialisasi interaktif menggunakan metode ceramah, storytelling, diskusi, simulasi (role play), serta post-test dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai komunikasi interpersonal dan sikap hospitalitas, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan tamu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan interpersonal dapat menjadi strategi pemberdayaan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas netra sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata inklusif dan berkelanjutan di Bali.