Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, namun masih menjadi permasalahan serius di wilayah perdesaan dengan karakteristik geografis perbukitan karst. Dusun Lopi-Lopi, Desa Mangeloreng, Kabupaten Maros, merupakan salah satu wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau, akibat minimnya air permukaan dan keterbatasan sistem distribusi. Meskipun telah tersedia sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat melalui Program PAMSIMAS, jangkauan layanan belum merata dan memerlukan pengembangan serta pendampingan teknis.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pengembangan jaringan perpipaan air bersih berbasis masyarakat melalui penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Layar Putra. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan teknis lapangan, serta evaluasi keberlanjutan sistem dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan cakupan layanan air bersih melalui penambahan jaringan pipa sepanjang ±200 meter yang dibiayai dari dana iuran masyarakat. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pengurus KPSPAM dalam pengelolaan operasi dan pemeliharaan sistem perpipaan. Kegiatan ini juga memperkuat partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap sistem penyediaan air bersih desa. Pendampingan ini membuktikan bahwa pendekatan bertahap berbasis kemampuan lokal efektif dalam meningkatkan keberlanjutan layanan air bersih di wilayah perdesaan dengan kondisi geografis terbatas.
Copyrights © 2026