Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan pengembangan pariwisata Cirebon dalam perspektif branding destinasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model Storynomic Destination Branding yang dapat menjadi strategi pembangunan pariwisata berbasis warisan sejarah dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus naratif melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara dengan para pemangku kepentingan pariwisata dan budaya di Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding pariwisata Cirebon saat ini masih bersifat parsial melalui identitas Kota Wali, Kota Udang, dan Kota Batik, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kekayaan budaya yang dimiliki. Warisan sejarah seperti Sunan Gunung Jati, pelabuhan kuno Muara Jati, jejak Laksamana Cheng Ho, Kerajaan Singapura, keraton, tradisi pesisir, serta berbagai bentuk akulturasi budaya menjadi aset strategis sebagai sumber narasi destinasi. Penelitian ini menawarkan model Storynomic Destination Branding dengan narasi utama “Cirebon sebagai Titik Temu Peradaban Maritim dan Islam Nusantara” yang mengintegrasikan warisan sejarah, budaya, religi, dan maritim ke dalam satu identitas destinasi yang autentik, khas, dan berkelanjutan. Model ini berfungsi sebagai strategi pemasaran pariwisata sekaligus sebagai visi pembangunan daerah yang mendukung penguatan identitas lokal, pengembangan pariwisata religi-bahari, serta peningkatan daya saing Cirebon di tingkat nasional dan internasional.
Copyrights © 2026