Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar

DETEKSI INFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS MELALUI UJI MOLEKULER POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) SEBAGAI DASAR INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN SEPSIS PADA LUKA ULKUS DIABETIK: Detection of S. Aureus Infection Through Molecular PCR Test as a Basis for Nursing Intervention in Preventing Sepsis in Diabetic Ulcer Wounds.

Nur Laela Alydrus (Universitas Megarezky makassar)
anugerah hardianti (institut ilmu kesehatan pelamonia makassar)
Andi Aridhasari Sudirman (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Andi Sudirman (Poltekkes Kemenkes Makassar)
Ka'bah (Universitas Megarezky makassar)
Rugayyah Alyidrus (Universitas Megarezky makassar)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi serius diabetes mellitus yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi dan berkembang menjadi sepsis. Identifikasi dini bakteri patogen, khususnya Staphylococcus aureus, sangat penting untuk mendukung intervensi keperawatan yang tepat waktu dan mencegah komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deteksi Staphylococcus aureus melalui Polymerase Chain Reaction sebagai dasar intervensi keperawatan dalam pencegahan sepsis pada ulkus kaki diabetik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan melibatkan 16 pasien ulkus kaki diabetik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian klinis dan pemeriksaan molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction untuk mendeteksi Staphylococcus aureus. Variabel yang diamati meliputi karakteristik pasien, kondisi luka, lama menderita ulkus, serta hasil Polymerase Chain Reaction. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (69%) dan berusia 55–64 tahun (50%). Sebagian besar mengalami ulkus kronik dengan lama luka lebih dari satu bulan (69%). Kondisi luka bervariasi, dengan ulkus basah dan jaringan merah masing-masing sebesar 44%, serta luka bernanah sebesar 12%. Hasil Polymerase Chain Reaction menunjukkan bahwa hanya 6% pasien yang positif Staphylococcus aureus. Kasus positif ditemukan pada luka bernanah yang menunjukkan infeksi aktif. Meskipun prevalensi Staphylococcus aureus rendah, keberadaan luka kronik dan tanda infeksi klinis menunjukkan risiko tinggi terjadinya infeksi sistemik dan sepsis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi deteksi molekuler dengan pengkajian klinis dalam praktik keperawatan. Kesimpulan: Polymerase Chain Reaction memiliki peran penting dalam deteksi dini Staphylococcus aureus dan mendukung intervensi keperawatan berbasis bukti dalam pencegahan sepsis pada ulkus kaki diabetik. Integrasi diagnostik molekuler cepat dengan pemantauan klinis diperlukan untuk meningkatkan luaran pasien dan menurunkan risiko komplikasi berat. Kata Kunci: ulkus kaki diabetik; Staphylococcus aureus; Polymerase Chain Reaction; pencegahan sepsis; intervensi keperawatan; luka kronik

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medperawat

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar merupakan media publikasi artikel-artikel hasil riset dan tinjauan literatur. Kami menerima artikel-artikel dalam bidang keperawatan dan kesehatan secara umum termasuk juga masalah kesehatan ...