Penurunan aktivitas fisik pada siswa sekolah dasar akibat penggunaan gawai berdampak pada rendahnya kebugaran jasmani, sementara penelitian mengenai intervensi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai solusi berbasis budaya lokal masih terbatas dan jarang melaporkan prosedur intervensi secara rinci. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi permainan tradisional Gobak Sodor selama delapan sesi terhadap kebugaran jasmani siswa kelas V SD Negeri 9 Lasusua. Metode: Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan 32 siswa kelas V sebagai sampel (total sampling). Kebugaran jasmani diukur menggunakan instrumen Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang telah memiliki validitas dan reliabilitas terstandar secara nasional, meliputi V Sit and Reach, Sit-Up 60 detik, Squat Thrust 30 detik, dan lari 300 meter. Intervensi diberikan melalui permainan Gobak Sodor sebanyak delapan sesi, dua kali per minggu, masing-masing berdurasi 15–20 menit. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil: Nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa meningkat dari 63,69 (pretest) menjadi 76,72 (posttest) dengan hasil uji paired sample t-test signifikan (p = 0,000 < 0,05) dan N-Gain sebesar 0,36 (kategori sedang). Intervensi permainan tradisional Gobak Sodor selama delapan sesi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswa kelas V SD Negeri 9 Lasusua dengan tingkat efektivitas sedang.
Copyrights © 2026