Penelitian ini mengkaji perkembangan dakwah Islam digital di Indonesia dan implikasinya terhadap pemahaman keagamaan Generasi Z. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis berbasis protokol PRISMA 2020, penelitian ini menganalisis 37 sumber terpilih dari 412 literatur yang ditelusuri. Temuan menunjukkan bahwa dakwah digital berkembang melalui tiga gelombang dan kini didominasi konten video pendek di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Generasi Z, sebagai kelompok pengguna internet terbesar (34,4%), mengonsumsi konten dakwah secara partisipatif namun terfragmentasi. Secara implikatif, digitalisasi dakwah bersifat ambivalen terhadap tiga dimensi keagamaan: kognisi meluas namun dangkal, afeksi meningkat namun cenderung performatif, dan perilaku beragama tumbuh namun disertai risiko intoleransi akibat echo chamber algoritmik. Optimalisasi dakwah digital menuntut sinergi antara kreativitas konten, otoritas keilmuan, dan literasi digital-keagamaan yang berorientasi pada moderasi beragama.
Copyrights © 2026