Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kambawuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berfokus pada pemanfaatan limbah jagung pasca panen yang selama ini cenderung dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, kerusakan tanah, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca. Melalui program ini, masyarakat dan petani diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pembakaran limbah serta dibimbing secara teknis untuk mengolah limbah jagung menjadi pupuk bokashi yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan praktik langsung pembuatan pupuk bokashi berbahan limbah jagung, pupuk kandang, dedak, dan larutan EM4. Masyarakat terlibat aktif dengan partisipasi mencapai 95% yang menunjukkan antusiasme tinggi baik dalam diskusi, praktek lapangan, maupun penerapan hasil. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah meningkat signifikan, serta muncul kesadaran baru akan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah jagung dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pupuk bokashi yang tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha lokal berbasis produk ramah lingkungan. Luaran program mencakup publikasi di media online dan YouTube, penyusunan draft publikasi ilmiah, serta inovasi teknologi tepat guna berupa penerapan bokashi berbasis limbah jagung. Secara umum, program ini telah berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kemandirian petani, serta memperkenalkan teknologi sederhana namun bermanfaat untuk mitigasi perubahan iklim. Ke depan, model pengelolaan ini diharapkan dapat diperluas tidak hanya untuk peningkatan kesuburan tanah, tetapi juga integrasi dengan sistem budidaya, pengendalian hama dan penyakit, serta evaluasi kesesuaian lahan guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026