Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PETANI JAGUNG TENTANG PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI PUPUK KOMPOS DI DESA KAMBAWUNA KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA Muhammad Aswar Limi; Muhammad Tufaila; Dedi Erawan; Eka Febrianti
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1920

Abstract

Produksi jagung di Desa Kambawuna menghasilkan volume limbah pertanian yang cukup besar, namun pemanfaatannya sebagai pupuk kompos belum optimal akibat rendahnya pengetahuan sebagian petani mengenai teknik pengolahan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan petani jagung tentang pengolahan limbah jagung menjadi pupuk kompos di Desa Kambawuna, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 23 responden yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 15 pertanyaan benar–salah terkait pengetahuan pengomposan dan dianalisis menggunakan skoring serta pengelompokan kategori pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47,83% petani memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 30,43% berada pada kategori sedang, dan 21,74% berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar petani telah memahami dasar-dasar pengomposan, meskipun masih terdapat kelompok yang memerlukan peningkatan pemahaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyuluhan berkelanjutan dan pelatihan praktis untuk memperkuat kemampuan petani dalam memanfaatkan limbah jagung secara optimal sebagai pupuk kompos guna mendukung pertanian berkelanjutan.
STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG UNTUK MITIGASI IKLIM DAN PENGUATAN AGRIBISNIS LOKAL Muhammad Aswar Limi; M. Tufaila Hemon; Dedi Erawan; Eka Febrianti
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6466

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kambawuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berfokus pada pemanfaatan limbah jagung pasca panen yang selama ini cenderung dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, kerusakan tanah, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca. Melalui program ini, masyarakat dan petani diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pembakaran limbah serta dibimbing secara teknis untuk mengolah limbah jagung menjadi pupuk bokashi yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan praktik langsung pembuatan pupuk bokashi berbahan limbah jagung, pupuk kandang, dedak, dan larutan EM4. Masyarakat terlibat aktif dengan partisipasi mencapai 95% yang menunjukkan antusiasme tinggi baik dalam diskusi, praktek lapangan, maupun penerapan hasil. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah meningkat signifikan, serta muncul kesadaran baru akan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah jagung dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pupuk bokashi yang tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha lokal berbasis produk ramah lingkungan. Luaran program mencakup publikasi di media online dan YouTube, penyusunan draft publikasi ilmiah, serta inovasi teknologi tepat guna berupa penerapan bokashi berbasis limbah jagung. Secara umum, program ini telah berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kemandirian petani, serta memperkenalkan teknologi sederhana namun bermanfaat untuk mitigasi perubahan iklim. Ke depan, model pengelolaan ini diharapkan dapat diperluas tidak hanya untuk peningkatan kesuburan tanah, tetapi juga integrasi dengan sistem budidaya, pengendalian hama dan penyakit, serta evaluasi kesesuaian lahan guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.
PKM OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA DAN VEGETASI SEKUNDER MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK WISATA HIJAU TORONIPA Laode Sabaruddin; Robiatul Adawiyah; Waode Anima Hisein; L. M. Harjoni Kilowasid; Norma Air; Eka febrianti; Waode Nuraida
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6521

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah organik rumah tangga dan wisatawan serta pemanfaatan vegetasi sekunder di Kawasan wisata Pantai Toronipa belum mendapat perhatian secara optimal sehingga memiliki potensi besar akan mencemari lingungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik dan vegetasi sekunder menjadi pupuk organik cair (POC) sebagai upaya mendukung konsep wisata hijau dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, dan demonstrasi/pelatihan pembuatan POC. Kegiatan melibatkan masyarakat dan pengelola wisata secara aktif melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengidentifikasi bahan baku POC, serta peningkatan keterampilan dalam proses pembuatan dan aplikasi POC pada media tanam. Tingkat kehadiran dan partisipasi masyarakat tergolong tinggi (±85%), ditunjukkan dalam forum diskusi dan praktik langsung. POC yang dihasilkan berpotensi memperbaiki kesuburan tanah di kawasan pantai serta menjadi alternatif pengurangan penggunaan pupuk anorganik. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomis berbasis limbah lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan konsep wisata ramah lingkungan di Pantai Toronipa