Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya murid disabilitas intelektual yang belum mampu mengenali bahaya tsunami, memahami tanda peringatan dini, menentukan jalur evakuasi, serta melakukan tindakan penyelamatan diri secara mandiri. Selain itu, di sekolah belum terdapat sosialisasi dan latihan bina diri yang secara khusus mengajarkan keterampilan keselamatan diri dalam menghadapi bencana tsunami. Pembelajaran bina diri yang dilaksanakan masih berfokus pada aktivitas kehidupan sehari-hari dan belum mengintegrasikan aspek mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar murid disabilitas intelektual sebagai dasar pengembangan panduan bina diri mitigasi tsunami di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berorientasi pada identifikasi kebutuhan (needs analysis). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta asesmen awal terhadap murid. Hasil analisis menunjukkan bahwa murid mengalami kesulitan dalam mengenali bahaya tsunami, memahami tanda peringatan dini, menentukan jalur evakuasi, dan melakukan tindakan penyelamatan diri secara mandiri. Di sisi lain, guru belum memiliki panduan pembelajaran yang terstruktur, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid disabilitas intelektual. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan panduan bina diri mitigasi tsunami yang disusun secara sederhana, konkret, visual, dan berulang agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh murid. Temuan analisis ini digunakan sebagai dasar dalam pengembangan panduan pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, kemandirian, dan keselamatan murid disabilitas intelektual dalam menghadapi bencana tsunami.
Copyrights © 2026