Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan sosial masyarakat dan persepsi mereka terhadap pendidikan formal di Desa Ramba, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, sebagai salah satu daerah terpencil di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat, orang tua, tokoh adat, dan aparat desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Desa Ramba masih kuat diwarnai nilai-nilai gotong royong dan solidaritas berbasis kearifan lokal masyarakat Kaili. Namun di sisi lain, tingginya angka ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian subsisten menjadi penghambat utama partisipasi pendidikan anak. Persepsi masyarakat terhadap pendidikan formal bersifat ambivalen yaitu sebagian masyarakat menyadari pentingnya pendidikan untuk masa depan anak, namun sebagian lain masih memandang pendidikan formal belum mampu menjamin kesejahteraan yang nyata. Faktor jarak tempuh, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya latar belakang pendidikan orang tua menjadi variabel yang memperlemah motivasi pendidikan. Temuan ini memberikan implikasi pentingnya pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah terpencil.
Copyrights © 2026