Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Students’ Interest in Learning Mathematics Based on Self-Efficacy Dina Adinda; Nursupiamin Nursupiamin; Riska Elfira
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v11i2.1112

Abstract

Mathematics learning plays an important role in developing students’ logical, critical, analytical, and systematic thinking skills. However, low interest in learning mathematics remains a common challenge that affects students’ engagement and learning outcomes. One psychological factor that may influence students’ learning interest is self-efficacy. This study aimed to explore students’ interest in learning mathematics in relation to their levels of self-efficacy. A qualitative descriptive approach was employed, involving eleventh-grade students at MAN 2 Kota Palu. A self-efficacy questionnaire was administered as a preliminary screening tool to classify students into high and low self-efficacy groups, from which four participants were purposively selected for in-depth qualitative analysis. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation of students’ assignments. The findings indicated that students with high self-efficacy demonstrated greater persistence, active participation, and willingness to engage in mathematical problem-solving activities. In contrast, students with low self-efficacy tended to exhibit hesitation, reduced participation, and avoidance of tasks perceived as difficult. These results suggest that students’ interest in learning mathematics is influenced not only by cognitive ability but also by their beliefs in their own capabilities. Therefore, fostering students’ self-efficacy is essential to enhance their engagement and interest in mathematics learning.
Analisis Kehidupan Sosial dan Persepsi Masyarakat Daerah Terpencil terhadap Pendidikan Formal di Desa Ramba Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi Nur Fathiyah; Sri Dewi Lisnawaty; Riska Elfira
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4573

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kehidupan sosial masyarakat dan persepsi mereka terhadap pendidikan formal di Desa Ramba, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, sebagai salah satu daerah terpencil di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat, orang tua, tokoh adat, dan aparat desa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Desa Ramba masih kuat diwarnai nilai-nilai gotong royong dan solidaritas berbasis kearifan lokal masyarakat Kaili. Namun di sisi lain, tingginya angka ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian subsisten menjadi penghambat utama partisipasi pendidikan anak. Persepsi masyarakat terhadap pendidikan formal bersifat ambivalen yaitu sebagian masyarakat menyadari pentingnya pendidikan untuk masa depan anak, namun sebagian lain masih memandang pendidikan formal belum mampu menjamin kesejahteraan yang nyata. Faktor jarak tempuh, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya latar belakang pendidikan orang tua menjadi variabel yang memperlemah motivasi pendidikan. Temuan ini memberikan implikasi pentingnya pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah terpencil.
Persepsi Orang Tua Anak yang Putus Sekolah terhadap Pendidikan Formal di Desa Pulau Enam Rahmawati Rahmawati; Riska Elfira; Mudaimin Mudaimin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4804

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi orang tua terhadap pendidikan formal dalam konteks anak yang putus sekolah di Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean. Desa ini merupakan kawasan kepulauan terpencil di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Fenomena putus sekolah di wilayah ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi struktural yang kompleks, meliputi kemiskinan, isolasi geografis, dan rendahnya relevansi pendidikan formal bagi kehidupan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjawab dua rumusan masalah. Pertama, persepsi orang tua bersifat ambivalen: secara normatif mereka mengakui pentingnya pendidikan formal, namun dalam praktik keseharian mereka cenderung memandang pendidikan sebagai beban yang tidak terjangkau dan kurang relevan dengan kehidupan nelayan kepulauan. Kedua, solusi yang ditawarkan mencakup empat strategi kontekstual, yaitu penguatan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tepat sasaran, pengembangan model belajar berbasis komunitas, pelibatan tokoh lokal dalam kampanye pendidikan, serta advokasi pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran yang nyata tentang dinamika pendidikan di wilayah kepulauan terpencil sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan yang berakar pada konteks lokal.