Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Iddah dan Ihdad Rasionalitas Hukum dan Tantangan Modren

Mei Fiani Ritonga (Universitas Islam Negri Sumatra utara, Indonesia)
Amar Adly (Universitas Islam Negri Sumatra utara, Indonesia)
Heri Firmansyah (Universitas Islam Negri Sumatra utara, Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2026

Abstract

T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legal rationality and the challenges posed by modern society. Iddah refers to the waiting period that must be observed by a woman after divorce or the death of her husband, while hiddah concerns the mourning period observed b a widow after her husband’s death. Both concepts are rooted in the Qur'an and Hadith and have historically served important legal, social, and ethical purposes, including ensuring lineage clarity, respecting T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legT This study examine[1][i][ii]s the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legal rationality and the challenges posed by modern society. Iddah refers to the waiting period that must be observed by a woman after divorce or the death of her husband, while hiddah concerns the mourning period observed b a widow after her husband’s death. Both concepts are rooted in the Qur'an and Hadith and have historically served important legal, social, and ethical purposes, including ensuring lineage clarity, respecting T This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic family law by focusing on their legT This study examines the concepts of iddah and hiddah in Islamic famili law. Keywords: iddah/hiddah/legal rationality Abstrak: Penelitian ini membahas konsep iddah dan hiddah dalam hukum keluarga Islam dengan menitikberatkan pada rasionalitas hukum yang melatarbelakanginya. Iddah merupakan masa tunggu yang wajib dijalani oleh seorang perempuan setelah perceraian atau wafatnya suami, sedangkan hiddah adalahmasa berkabung bagi istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Kedua konsep tersebut memiliki dasar hukum yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis serta mengandung tujuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan nasab, penghormatan terhadap ikatan perkawinan, dan penjagaan martabat perempuan. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan yuridis dan analisis hukum Islam untuk mengkaji rasionalitas hukum iddah dan hiddah baik dalam perspektif fikih klasik maupun pemikiran hukum Islam kontemporer. Dalam praktiknya, keberadaan iddah dan hiddah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ritual semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial. moral, dan psikologis yang bertujuan menciptakan ketertiban dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Hasil penelitian m[2]enunjukkan bahwa rasionalitas hukum iddah dan hiddah terletak pada upaya menjaga kemaslahatan, memberikan kepastian hukum mengenai status perempuan, serta mencerminkan nilai tanggung jawab dan etika dalam hubungan keluarga. Selain itu, konsep tersebut juga menunjukkan fleksibel. Kata kunci: iddah/ihdad/rasionalitas hukum

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sinergi

Publisher

Subject

Aerospace Engineering Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Physics Social Sciences

Description

Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, ...