Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies
Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner

Paradigma Kesetaraan Gender Dalam Kedudukan Wali Nikah: Studi Komparatif Pemikiran Fikih Klasik dan Urgensi Pembaruan Hukum di Indonesia

Siti Masitoh Muhammad (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Usep Saepullah (Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Dalam syariat islam, pernikahan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga dan peradaban masyarakat. Dalam sebuah pernikahan, seorang perempuan harus diwakilkan oleh walinya agar pernikahannya menjadi sah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis normatif (library research) yang mengkaji kedudukan wali nikah dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dan konseptual, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta konsep wali nikah dalam fikih klasik yang dianalisis melalui perspektif fikih dan kesetaraan gender. Wali dalam perkawinan merujuk kepada seseorang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dalam akad nikah. Relevansi peran wali nikah harus dijalankan dengan menghormati hak-hak individu, terutama hak calon pengantin wanita dalam memilih pasangan hidupnya. Relevansi peran wali nikah terletak pada kemampuannya untuk tetap memastikan kesepakatan dan izin dari calon pengantin wanita tanpa memaksa atau membatasi pilihan mereka. Kedudukan wali sangat penting karena menentukan keabsahan sah atau tidaknya suatu perkawinan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

alwajih

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Other

Description

alwajih adalah jurnal ilmiah studi islam di bawah naungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon. Kehadirannya dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi karya akademisi dan praktisi dengan fokus kajian terkait hukum islam, tafsir al quran dan hadits, sejarah peradaban islam dan aqidah ...