Siti Masitoh Muhammad
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Kesetaraan Gender Dalam Kedudukan Wali Nikah: Studi Komparatif Pemikiran Fikih Klasik dan Urgensi Pembaruan Hukum di Indonesia Siti Masitoh Muhammad; Usep Saepullah
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v3i1.944

Abstract

Dalam syariat islam, pernikahan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga dan peradaban masyarakat. Dalam sebuah pernikahan, seorang perempuan harus diwakilkan oleh walinya agar pernikahannya menjadi sah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis normatif (library research) yang mengkaji kedudukan wali nikah dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dan konseptual, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta konsep wali nikah dalam fikih klasik yang dianalisis melalui perspektif fikih dan kesetaraan gender. Wali dalam perkawinan merujuk kepada seseorang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dalam akad nikah. Relevansi peran wali nikah harus dijalankan dengan menghormati hak-hak individu, terutama hak calon pengantin wanita dalam memilih pasangan hidupnya. Relevansi peran wali nikah terletak pada kemampuannya untuk tetap memastikan kesepakatan dan izin dari calon pengantin wanita tanpa memaksa atau membatasi pilihan mereka. Kedudukan wali sangat penting karena menentukan keabsahan sah atau tidaknya suatu perkawinan.
Kaidah Awamir wa Nawahi dan Implementasinya dalam Hukum Keluarga di Indonesia Siti Masitoh Muhammad
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jts1x470

Abstract

Kaidah ushuliyyah memiliki peranan fundamental dalam proses istinbāṭ hukum Islam, khususnya dalam memahami perintah (amr) dan larangan (nahy) yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Kaidah ini berfungsi sebagai instrumen metodologis yang membantu para ulama dan mujtahid dalam menggali makna nash secara tepat berdasarkan pendekatan kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaidah al-aṣlu fī al-amr li al-wujūb dan al-aṣlu fī al-nahy li al-taḥrīm serta penerapannya dalam hadis-hadis hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah dalam nash syariat pada asalnya menunjukkan kewajiban, sementara larangan menunjukkan keharaman, kecuali terdapat qarīnah yang memalingkan makna asal tersebut. Penerapan kaidah awāmir dan nawāhī dalam konteks hukum keluarga, seperti kewajiban menafkahi, berlaku adil terhadap istri, menjaga silaturahim, serta larangan menzhalimi dan menelantarkan keluarga, menegaskan pentingnya kaidah ini dalam menjaga keadilan dan keharmonisan rumah tangga.