Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan kompetensi kepribadian guru melalui pendekatan kurikulum berbasis cinta. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terbaru yang relevan dalam rentang tahun 2020 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, humanis, dan berkarakter. Pendekatan kurikulum berbasis cinta menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, kepedulian, serta hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik. Implementasi pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran, motivasi belajar siswa, serta pembentukan karakter yang positif. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman guru dan keterbatasan pelatihan yang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari lembaga pendidikan untuk memperkuat kompetensi kepribadian guru melalui pelatihan dan pendampingan yang sistematis. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Copyrights © 2026