Artkel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pemikiran pendidikan dua tokoh besar Islam, Muhammad Abduh dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam merespons tantangan modernitas. Di tengah dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, kedua tokoh ini menawarkan gagasan integrasi ilmu dengan landasan filosofis yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis deskriptif-komparatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh lebih menekankan pada aspek fungsional-rasionalisme untuk mengejar ketertinggalan umat melalui reformasi kurikulum yang inklusif terhadap sains Barat. Sementara itu, al-Attas menekankan pada aspek ontologis melalui konsep "Islamisasi Ilmu Pengetahuan" dan penanaman adab sebagai inti pendidikan. Perbedaan mendasar terletak pada titik tekan mereka: Abduh pada modernisasi institusi dan pola pikir, sedangkan al-Attas pada dekolonisasi intelektual dan metafisika Islam. Implikasi dari kedua pemikiran ini memberikan kerangka kerja bagi praktik pendidikan Islam kontemporer dalam menyeimbangkan antara tuntutan teknologis-global dan penguatan identitas spiritual.
Copyrights © 2026