Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal berpikir logis siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan17 siswa kelas III sebagai subjek yang mengikuti tes pra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan cara menghitung rata-rata dan persentase, lalu diperkuat oleh analisis kualitatif untuk menjelaskan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa adalah 5,88 dari skor maksimum 15, sehingga kemampuan berpikir logis siswa masih dianggap rendah. Distribusi kemampuan menunjukkan bahwa sebanyak 58,82% siswa berada dalam kategori sedang, 35,29% dalam kategori rendah, dan 5,88% dalam kategori tinggi. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir logis, indikator klasifikasi menunjukkan hasil tertinggi, sedangkan indikator penalaran sebab-akibat merupakan aspek yang paling rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih mudah memahami konsep yang bersifat nyata atau jelas dari pada melakukan pemikiran logis yang lebih rumit. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa dengan cara yang mudah dipahami, terutama pada bagian penalaran sebab-akibat yang perlu dikembangkan secara sistematis melalui strategi pembelajaran yang tepat.
Copyrights © 2026