Pembelajaran kimia di tingkat sekolah menengah atas menghadapi tantangan serius karena karakteristik materinya yang abstrak, membutuhkan visualisasi mendalam, serta memerlukan dukungan fasilitas praktikum yang memadai. Kondisi tersebut juga ditemukan di SMA Negeri 3 Mengwi, Kabupaten Badung, yang memiliki potensi sumber daya sekolah cukup baik, tetapi belum memanfaatkan teknologi immersive learning secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru kimia dan pengalaman belajar siswa melalui pelatihan penggunaan perangkat Oculus Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran kimia interaktif. Program telah dilaksanakan melalui tahapan koordinasi awal, pelatihan intensif guru, demonstrasi dan praktik langsung bersama siswa, pendampingan operasional, serta evaluasi kemampuan penggunaan perangkat. Transfer IPTEK difokuskan pada pengenalan fungsi headset, controller, navigasi antarmuka, kalibrasi, troubleshooting dasar, keselamatan penggunaan, dan strategi integrasi VR dalam pembelajaran kimia. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan guru pada seluruh indikator, terutama pemahaman fungsi perangkat, kemampuan navigasi dan kalibrasi, troubleshooting dasar, serta kesiapan mengajar dengan VR. Siswa menunjukkan respons positif, antusiasme tinggi, dan adaptabilitas yang baik ketika mencoba simulasi kimia berbasis VR. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan Oculus VR dapat menjadi strategi pemberdayaan sekolah dalam membangun pembelajaran kimia yang lebih visual, aman, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Copyrights © 2026