Benih tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memerlukan proses pengeringan untuk menjaga viabilitas dan mutu benih selama penyimpanan. Proses pengeringan secara konvensional masih memiliki beberapa kendala, seperti ketidakstabilan suhu, distribusi panas yang tidak merata, serta sulitnya melakukan monitoring kondisi pengeringan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji performa alat pengering benih tomat berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan variasi suhu pengeringan 30°C, 45°C, dan 60°C serta waktu pengeringan 1 jam dan 2 jam. Setiap perlakuan dilakukan pada dua posisi rak pengering dengan total 36 sampel dan massa awal benih sebesar 1 gram per sampel. Parameter yang diamati meliputi kadar air awal dan akhir benih, massa air yang diuapkan, Specific Energy Consumption (SEC), kapasitas kerja alat (throughput), efisiensi energi, efektivitas alat pengering, dan koefisien variasi (CV). hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering berbasis ESP32 mampu bekerja dengan baik dan sistem monitoring IoT dapat menampilkan kondisi suhu dan kelembaban secara real-time. Perlakuan suhu 45°C menunjukkan performa paling optimal dengan efektivitas pengeringan tertinggi sebesar 79.57%, kapasitas kerja alat sebesar 0,28 g/jam, serta kestabilan distribusi panas yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, alat pengering benih tomat berbasis ESP32 berpotensi digunakan sebagai alternatif sistem pengeringan benih yang lebih efisien, terkontrol, dan mudah untuk di monitoring.
Copyrights © 2026