Laboratorium merupakan fasilitas penting dalam mendukung proses pembelajaran Biologi, terutama dalam kegiatan praktikum. Namun, masih banyak sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana dan prasarana laboratorium serta dampaknya terhadap proses pembelajaran Biologi di SMAN 2 Rantau Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru Biologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan alat laboratorium hanya sekitar 40%, sedangkan sebagian besar bahan praktikum tidak tersedia. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pelaksanaan praktikum, rendahnya motivasi belajar siswa, serta kurang optimalnya pemahaman konsep Biologi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana dan prasarana laboratorium serta pengelolaan yang lebih baik guna mendukung kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026