Pendidikan inklusif menuntut tersedianya layanan yang mampu membantu siswa berkebutuhan khusus beradaptasi secara akademik, sosial, dan emosional di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi layanan bimbingan dan konseling terhadap peningkatan adaptive functioning pada siswa inklusif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling, khususnya konseling individual, bimbingan kelompok, pengelolaan emosi dan perilaku, serta pengembangan life skills, berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan adaptasi siswa inklusif. Layanan bimbingan dan konseling juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Namun, implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru bimbingan dan konseling, kurangnya fasilitas pendukung, minimnya pedoman teknis layanan BK inklusif, serta rendahnya pemahaman lingkungan sekolah terhadap pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026