Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI LAYANAN BK DENGAN PROGRAM SEKOLAH SEHAT MENTAL: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTATIF Mutiara Sri Yuni; Dhea Nurmaliza; Gusman Lesmana
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10634

Abstract

Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku siswa di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik melalui program sekolah sehat mental. Dalam konteks tersebut, layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki posisi strategis karena berfungsi membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta mengatasi berbagai permasalahan psikologis dan sosial yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental ditinjau dari aspek konseptual dan implementatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan layanan BK, kesehatan mental, dan program sekolah sehat mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental dapat dilakukan melalui layanan promotif, preventif, kuratif, dan developmental seperti edukasi kesehatan mental, konseling individual, bimbingan kelompok, penguatan keterampilan sosial emosional, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional. Integrasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis siswa, penurunan perilaku maladaptif, penguatan resiliensi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih suportif dan inklusif. Namun demikian, implementasi integrasi layanan BK dengan program sekolah sehat mental masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi kesehatan mental, keterbatasan jumlah guru BK, stigma terhadap layanan konseling, dan kurangnya dukungan kebijakan sekolah.
KENAKALAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING: STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN PENANGANANNYA Dhea Nurmaliza; Uli Makmun Hasibuan; Mutiara Sri Yuni; Tisania Antiyadila
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i3.10635

Abstract

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dan menjadi perhatian dalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling (BK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kenakalan remaja serta peran layanan BK dalam mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti krisis identitas dan kontrol diri, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, dan pengaruh media sosial. Layanan BK memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanganan kenakalan remaja melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta layanan informasi. Dengan demikian, peran aktif guru BK sangat dibutuhkan untuk membantu remaja mengembangkan perilaku yang positif.