Bencana banjir dan longsor di Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, membuat ekonomi warga sulit. Sekitar 68% keluarga mitra mengalami penurunan penghasilan sebesar 25–40% setiap bulan. Masalah lainnya adalah banyak ikan yang mati saat dipelihara (hanya 55–65% yang bertahan hidup) dan hasil usaha kecil (UMKM) sangat sedikit, yaitu di bawah 15 kg per minggu karena alat-alat yang rusak. Program pengabdian ini bertujuan membantu warga kembali mandiri dengan mengenalkan cara budidaya ikan di lahan sempit yang digabung dengan pemasaran digital. Tim mahasiswa dan dosen bekerja sama langsung dengan 100 keluarga dari Kelompok Pokdarwis Sirantiah dan UMKM Cita Rasa. Warga diberikan 110 unit alat "akuaponik-damber" (sistem pelihara ikan di dalam ember yang menyatu dengan tanaman sayur). Hasilnya, ikan yang hidup meningkat menjadi di atas 75% dengan potensi total panen mencapai 440 kg per periode. Warga juga berhasil membuat produk baru bernama "LEMBUKU" (lele bumbu kuning) yang kini dijual melalui toko online di Shopee dan Tokopedia. Selain jangkauan pasar yang meluas hingga ke luar daerah, usaha warga kini sudah memiliki izin resmi (NIB dan PIRT) sehingga lebih dipercaya pembeli. Kegiatan ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi sederhana dan penjualan online sangat membantu warga untuk bangkit kembali setelah bencana.
Copyrights © 2026