Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, guru PAI, tim pengembang kurikulum, dan peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, pengembangan kurikulum telah sesuai dengan visi dan misi lembaga, kebutuhan peserta didik, serta kebijakan pendidikan nasional. Pada aspek input, ketersediaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan perangkat pembelajaran telah mendukung implementasi kurikulum meskipun pemanfaatan teknologi masih perlu ditingkatkan. Pada aspek proses, implementasi kurikulum berjalan cukup baik melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, namun masih ditemukan kendala dalam penerapan asesmen autentik dan pembelajaran diferensiasi. Pada aspek produk, kurikulum memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Dengan demikian, pengembangan kurikulum PAI telah berjalan efektif, namun memerlukan penyempurnaan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026