Pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan kompleks berupa disrupsi teknologi digital, degradasi moral peserta didik, dan krisis karakter akibat globalisasi ekstrim. Penelitian ini bertujuan mengungkap relevansi pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan Islam melalui pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam komponen konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam, meliputi konsep pendidikan yang memerdekakan, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, Panca Dharma, dan karakteristik guru ideal. Implementasi konsep ini di era digital memerlukan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan teknologi sambil mengatasi tantangan berupa ketergantungan pada sekolah formal, kualitas guru tidak merata, tekanan akademik, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi integrasi konsep pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.
Copyrights © 2026