Faroha Amalia Husna
Universitas Al Falah As - Sunniyah Kencong Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BUDAYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INDONESIA Ahmad Sidik; Muhammad Hori; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna; Maksum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2771

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia memerlukan strategi pembelajaran yang responsif budaya untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran PAI responsif budaya, mengkaji implementasi strategi dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research terhadap literatur buku dan jurnal terindeks SINTA 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif multikultural, aplikasi metode diskusi dialogis dan pembelajaran kooperatif, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis dan inklusif. Implementasi strategi efektif melalui integrasi nilai Islam dengan kearifan lokal dan pendekatan student-centered. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya materi ajar inklusif, dan resistensi sosial. Strategi pembelajaran PAI berbasis multikultural terbukti lebih efektif meningkatkan toleransi siswa (68,65%) dibandingkan model tradisional (31,34%). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metodologi pembelajaran PAI inklusif dan menjadi referensi bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran responsif budaya.
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN Su’udi; Akhmad Zaeni; Ahmad Sidik; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2772

Abstract

Pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan kompleks berupa disrupsi teknologi digital, degradasi moral peserta didik, dan krisis karakter akibat globalisasi ekstrim. Penelitian ini bertujuan mengungkap relevansi pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan Islam melalui pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam komponen konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam, meliputi konsep pendidikan yang memerdekakan, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, Panca Dharma, dan karakteristik guru ideal. Implementasi konsep ini di era digital memerlukan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan teknologi sambil mengatasi tantangan berupa ketergantungan pada sekolah formal, kualitas guru tidak merata, tekanan akademik, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi integrasi konsep pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BUDAYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INDONESIA Ahmad Sidik; Muhammad Hori; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna; Maksum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2771

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia memerlukan strategi pembelajaran yang responsif budaya untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran PAI responsif budaya, mengkaji implementasi strategi dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research terhadap literatur buku dan jurnal terindeks SINTA 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif multikultural, aplikasi metode diskusi dialogis dan pembelajaran kooperatif, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis dan inklusif. Implementasi strategi efektif melalui integrasi nilai Islam dengan kearifan lokal dan pendekatan student-centered. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya materi ajar inklusif, dan resistensi sosial. Strategi pembelajaran PAI berbasis multikultural terbukti lebih efektif meningkatkan toleransi siswa (68,65%) dibandingkan model tradisional (31,34%). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metodologi pembelajaran PAI inklusif dan menjadi referensi bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran responsif budaya.
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN Su’udi; Akhmad Zaeni; Ahmad Sidik; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2772

Abstract

Pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan kompleks berupa disrupsi teknologi digital, degradasi moral peserta didik, dan krisis karakter akibat globalisasi ekstrim. Penelitian ini bertujuan mengungkap relevansi pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan Islam melalui pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam komponen konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam, meliputi konsep pendidikan yang memerdekakan, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, Panca Dharma, dan karakteristik guru ideal. Implementasi konsep ini di era digital memerlukan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan teknologi sambil mengatasi tantangan berupa ketergantungan pada sekolah formal, kualitas guru tidak merata, tekanan akademik, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi integrasi konsep pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.