Rendahnya kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep reaksi reduksi oksidasi dengan prosedur penyelesaian masalah menuntut desain pembelajaran yang menyatukan konten, pedagogi, dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran integratif berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap kemampuan berpikir kritis dan penerapan prosedural siswa pada materi redoks. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dengan melibatkan 71 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto, terdiri atas 36 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran integratif berbasis TPACK melalui kegiatan mendeskripsikan fenomena redoks, membandingkan pola bilangan oksidasi, menjelaskan hubungan konsep, merumuskan hipotesis, dan menyusun generalisasi dengan bantuan media digital serta lembar kerja terstruktur. Instrumen penelitian meliputi tes berpikir kritis berbasis indikator inferensi, asumsi, deduksi, interpretasi, dan evaluasi argumen, serta tes penerapan prosedural penyetaraan redoks. Hasil telaah rancangan menunjukkan bahwa integrasi fase pembelajaran, media digital, dan rubrik prosedural menghasilkan kerangka intervensi yang lebih terarah untuk melatih penalaran kritis dan ketepatan langkah penyetaraan reaksi. Data empiris tetap perlu dilengkapi melalui uji normalitas, homogenitas, independent samples t-test, dan ukuran efek agar pengaruh model dapat disimpulkan secara statistik. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menerapkan rancangan ini pada sampel yang lebih luas, membandingkan beberapa jenis media digital, serta menambahkan analisis indikator untuk mengidentifikasi tahap berpikir dan prosedur yang paling berkembang.
Copyrights © 2026