Krisis kewargaan digital yang ditandai oleh disinformasi, polarisasi opini, dan perilaku tidak beradab pada ruang daring menuntut peninjauan ulang arah pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang perguruan tinggi. Tujuan kajian dirumuskan untuk menelaah secara multidisipliner dimensi krisis tersebut serta menyusun kerangka reorientasi pembelajaran PKn berbasis kerangka Cybergogy. Lokasi penelusuran dokumen meliputi basis data Scopus, Web of Science, Garuda Kemdikbudristek, dan Google Scholar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan sistematis terhadap tiga puluh tiga dokumen akademik dari bidang pendidikan, psikologi, sosiologi-komunikasi, dan ilmu politik yang terbit antara tahun 1994 hingga 2025, dianalisis melalui teknik sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan tiga dimensi krisis kewargaan digital, yakni krisis epistemik, krisis psikososial, dan krisis deliberatif-politik, yang berkorespondensi dengan tiga domain Cybergogy, yaitu kognitif, emosi, dan sosial. Korespondensi tersebut melandasi Model Reorientasi PKn-Cybergogy sebagai peta operasional pembelajaran PKn yang responsif terhadap krisis kewargaan digital bagi generasi warga negara digital.
Copyrights © 2026