Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan data kesehatan prajurit yang akurat, terintegrasi, dan adaptif sebagai faktor strategis dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Darat, khususnya pada Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Meskipun pemeriksaan kesehatan telah dilaksanakan secara komprehensif, masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan realitas lapangan (das sein), di mana sistem pengelolaan data kesehatan pada Yonif 312/Kala Hitam masih bersifat manual sehingga menghambat efektivitas pelaporan, pelacakan kesiapan personel, dan proses rujukan medis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas pengelolaan data kesehatan prajurit, strategi pengolahan data yang andal dan adaptif, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap efektivitas operasi Pamtas RI–PNG. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus dengan teknik coding tematik dan analisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data kesehatan secara klinis telah memenuhi prinsip Force Health Protection (FHP) dan pendekatan kesehatan holistik, namun masih terdapat kelemahan pada integrasi sistem yang menyebabkan keterlambatan pembaruan data dan potensi duplikasi. Health Information System (HIS) militer adaptif yang dihasilkan mencakup offline–online synchronization, secure military health network, dan integrated medical logistics, yang meningkatkan interoperabilitas, efisiensi logistik, serta kecepatan evakuasi dan pengambilan keputusan. Sistem ini juga berfungsi sebagai Decision Support System (DSS). Kesimpulannya, sistem pengelolaan data kesehatan digital terintegrasi menjadi instrumen strategis berbasis data dalam meningkatkan kesiapan operasional dan keberhasilan operasi Pamtas RI–PNG.
Copyrights © 2026