Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ibadat dan ibadah dalam teks Perjanjian Lama serta mengeksplorasi implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku teologi, dan literatur biblika yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi sumber-sumber yang membahas praktik penyembahan dalam Perjanjian Lama dan kaitannya dengan pembelajaran iman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola makna, perbedaan konsep, serta hubungan teologis antara ibadat dan ibadah dalam tradisi Israel. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibadat dalam Perjanjian Lama terutama diwujudkan melalui tindakan ritual yang terstruktur, seperti persembahan korban, doa, serta perayaan hari-hari raya keagamaan sebagai bentuk penghormatan umat kepada Allah. Sementara itu, ibadah tidak terbatas pada aktivitas ritual, melainkan mencakup sikap hidup yang benar di hadapan Allah yang diwujudkan melalui keadilan, kesetiaan, kasih, dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa kedua konsep tersebut memiliki hubungan yang saling melengkapi antara ekspresi liturgis dan praktik etis kehidupan umat. Bagi Pendidikan Agama Kristen, pemahaman ini memberikan dasar teologis untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan kegiatan ibadat formal, tetapi juga membentuk karakter dan tindakan nyata yang mencerminkan iman Kristen dalam kehidupan peserta didik. Tinjauan ini menunjukkan bahwa integrasi antara dimensi ritual dan etika iman perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran PAK. Dengan demikian pemahaman teologis mengenai ibadat dan ibadah dapat menjadi landasan pedagogis dalam membentuk peserta didik yang mampu menghidupi iman secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026