Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIKAP PEKABARAN INJIL TERHADAP AGAMA SUKU DAN IMPLEMENTASI-NYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Ridwan Rudiyanto Kajah Kore; Rita; Marisa Levinda Atamou; Marla Kristin Manu; Jefan Dreanzy Marjunov Kadjakoro; Maurelia H.W Ratuwalu
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Community Dedication
Publisher : Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The proclamation of the Gospel within a pluralistic society requires evangelists to possess a wise and compassionate attitude toward indigenous religions. In the context of Indonesia, which is rich in cultural and religious diversity, the interaction between evangelists and adherents of indigenous faiths demands deep understanding to avoid cultural clashes or feelings of threat among those being served. This study aims to examine the attitudes that evangelists should embody toward indigenous religions and how the positive values within them can be appropriately integrated into Christian Religious Education (CRE). The research method used is a literature review combined with theological reflection, emphasizing the principles of Gospel contextualization, intercultural dialogue, and respect for the noble values present in indigenous religions. The findings reveal that an effective evangelist’s attitude must include humility, openness, respect for local culture, and a willingness to build healthy dialogue. In its implementation in CRE, this can be realized through the development of teaching materials that honor local wisdom, encourage students to understand cultural and religious diversity, and instill the universal love of Christ. Thus, Christian Religious Education not only serves as a means of teaching faith but also shapes students’ character to be tolerant, open, and ready to bear witness in a multicultural society. Such awareness is expected to minimize conflict, build bridges of understanding, and strengthen the witness of the Gospel within a multicultural context.
Ibadat dan ibadah dalam teks Perjanjian Lama serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Aprilia Datemoli; Marisa Levinda Atamou; Nanda Pinka Ade Ningsi Ga Kale; Theresia Tefa; Bendelina Atimeta; Ireni Irnawati Pellokila
Jurnal Pendidikan Nasional Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 No 2 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55249/jpn.v5i2.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ibadat dan ibadah dalam teks Perjanjian Lama serta mengeksplorasi implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku teologi, dan literatur biblika yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi sumber-sumber yang membahas praktik penyembahan dalam Perjanjian Lama dan kaitannya dengan pembelajaran iman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola makna, perbedaan konsep, serta hubungan teologis antara ibadat dan ibadah dalam tradisi Israel. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibadat dalam Perjanjian Lama terutama diwujudkan melalui tindakan ritual yang terstruktur, seperti persembahan korban, doa, serta perayaan hari-hari raya keagamaan sebagai bentuk penghormatan umat kepada Allah. Sementara itu, ibadah tidak terbatas pada aktivitas ritual, melainkan mencakup sikap hidup yang benar di hadapan Allah yang diwujudkan melalui keadilan, kesetiaan, kasih, dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa kedua konsep tersebut memiliki hubungan yang saling melengkapi antara ekspresi liturgis dan praktik etis kehidupan umat. Bagi Pendidikan Agama Kristen, pemahaman ini memberikan dasar teologis untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan kegiatan ibadat formal, tetapi juga membentuk karakter dan tindakan nyata yang mencerminkan iman Kristen dalam kehidupan peserta didik. Tinjauan ini menunjukkan bahwa integrasi antara dimensi ritual dan etika iman perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran PAK. Dengan demikian pemahaman teologis mengenai ibadat dan ibadah dapat menjadi landasan pedagogis dalam membentuk peserta didik yang mampu menghidupi iman secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.